loading...

Ini Kebiasaan Salah Para Pengguna Skutik



Kendaraan roda dua bertransmisi matik, sudah jadi pilihan utama para bikerterutama di Ibu Kota. Salah satu alasannya, karena pengoperasiannya yang mudah dan praktis, apalagi saat hadapi jalan macet.

Sigit Prayitno, Kepala Bengkel spesialis Skutik, Sahabat Matic mengatakan, masih banyak pengguna matik masih belum sadar cara berkendara benar. Kebiasaaan yang kerap dilakukan yaitu cara menarik gas dengan spontan, apalagi dari posisi sepeda motor diam.

“Perilaku berkendara seperti itu tentunya akan membuat Skutik cepat mengalami kerusakan. Seharunya untuk Skutik, gas harus diurut perlahan, jangan main asal hentak saja, layaknya sepeda motor bertansmisi,” ujar Sigit kepada KompasOtomotif, Selasa (8/3/2016).

Dua Kerusakan

Sigit melanjutkan, setidaknya ada dua kerusakan yang kerap terjadi karena perilaku berkendara tersebut. Pertama, rusaknya kanvas ganda (kanvas kopling untuk sepeda motor non-matic).

“Usia kanvas ganda bisa lebih cepat rusak (enam bulanan), padahal usianya bisa mencapai satu tahun lebih atau 20.000 km. Biaya penggantiannya dari termurah Rp 135.000 sampai Rp 250.000, belum jasanya,” ujar Sigit.

Kemudian, lanjut Sigit, kerusakan juga akan terjadi pada roller CVT. Membuat bentuknya menjadi tidak lagi bulat (peyang). Biaya penggantian roller dari Rp 60.000 sampai Rp 85.000.

“Dua kerusakan tersebut, akan membuat Skutik terasa tidak halus bergerak ketika gas ditarik, terutama dari posisi sepeda motor diam atau berjalan pelan. Maka dari itu, perhatikan cara berkendara Skutikyang benar, terutama dari cara menarik gas,” ujar Sigit.

Sumber : otomotif.kompas.com

Tekan 2 kali (X) tuk menutup
Dukung kami dengan ngelike fanspagenya x