loading...

INILAH 7 Kesalahan yang Sering Dilakukan Bunda Saat "Mengejan" Ketika Proses Melahirkan


Bantulah Share - Kemampuan mengejan erat kaitannya dengan kelancaran persalinan. Ingat, kekuatan Mama saat mengejan berperan signifikan pada persalinan normal dan lancar. Demikian pula sebaliknya, bila cara mengejan Mama keliru, maka selain menghambat persalinan, juga dapat menyebabkan berbagai dampak yang tidak diinginkan. Sebut saja pecahnya pembuluh darah di mata yang dapat mengganggu kesempurnaan penglihatan. Kurang tepatnya mengejan juga dapat menyebabkan Mama kehabisan energi. Kalau ini terjadi,  kelahiran bayi baru dapat dilakukan bila dibantu dengan alat vakum atau forsep karena Mama kehabisan tenaga.

Sayangnya, karena tidak tahu atau tak sempat berlatih, banyak ibu yang melakukan kesalahan mengejan saat melahirkan. 

Apa sajakah kesalahan mengejan yang sering dilakukan saat melahirkan tersebut, berikut di antaranya...


1. Pandangan Ke Mana-mana
Karena panik, pandangan Mama kadang ke mana-mana, ke atas, kiri, kanan. Padahal, sedapat mungkin arahkan pandangan ke perut supaya ibu bisa lebih berkonsentrasi terhadap persalinan. Ingat, Mama harus mengejan di perut bukan di leher. Jadi, fokuslah ke area tersebut.

2. Posisi Pantat yang Salah
Mengangkat pantat atau panggul berisiko membuat robekan di antara anus dan vagina membesar. Bila ini Mama lakukan, area itu harus banyak dijahit. Daripada mengangkat pantat, alangkah lebih baik bila Mama melemaskan panggul saat mengejan.

3. Menghabiskan Energi dengan Mengeluh atau Berteriak
Karena tegang atau sekadar ingin meluapkan emosi saat melahirkan, banyak Mama yang menjerit bahkan berteriak keras-keras. Kebiasaan ini jelas akan menguras banyak energi. Padahal, saat proses melahirkan Mama harus mengejan berkali-kali. Bila ini dilakukan, Mama bisa kehabisan tenaga. Selain itu, kebiasaan ini juga  berisiko menyebabkan tenggorokan kering, batuk, dan serak. Ibu pun semakin panik dan tegang. Akibatnya, ibu tak jelas menangkap instruksi dokter.

Tegang atau panik boleh-boleh saja, mengeluh karena rasa mulas juga oke, tapi jangan sampai berteriak-teriak keras yang menghabiskan tenaga. Alangkah lebih baik, bila Mama melakukan relaksasi dengan menarik napas. Berdoa juga lebih baik untuk mengatur emosi tetap stabil.

4. Tidak Membuka Mata
Menutup mata saat melahirkan. Maksudnya mungkin ingin fokus dan berkonsentrasi, tapi hal ini berisiko menyebabkan gangguan pada mata. Pembuluh darah di mata bisa pecah dan membuat mata memerah. Meski akan pulih, tapi alangkah lebih baik bila Mama membuka mata saat melahirkan.

5. Cara Bernapas yang Salah
Banyak Mama yang tidak tepat saat bernapas, alias serabutan. Kondisi ini akan menyebabkan rasa sakit. Agar napas lebih teratur dan tepat, ikuti komando bidan atau dokter. Kapan Mama harus menarik napas, menahan, dan mengeluarkannya sambil mengejan, sehingga persalinan bisa dilakukan dengan lancar.

6. Tidak Ikut Komando Bidan atau Dokter.
Karena tidak ikut komando, pola mengejan pun tidak tepat, sehingga energi Mama terbuang percuma. Biasanya dokter akan menginstruksikan Mama agar mengejan setelah pembukaan lengkap. Kenapa mengejan harus menunggu pembukaan lengkap? Hal ini untuk menghindari pembengkakan atau edema pada mulut rahim. Kelak, pembengkakan ini akan mempersulit proses persalinan berikutnya. Meski tidak nyaman karena harus menanti kontraksi hingga pembukaan 10, namun ibu harus tetap bersabar. Tak perlu khawatir karena penundaan mengejan umumnya tak akan membahayakan, kecuali bila jantung janin mulai melemah.

7. Takut "Pup" sehingga Menahan Mengejan
Sebagian Mama menahan mengejan karena takut kotoran keluar saat melahirkan. Padahal, tidak masalah. Kalaupun mau dan mungkin,  Mama bisa mengosongkan lambung 24 jam sebelum persalinan, baik secara alami maupun obat-obatan.




Sumber:
dr. Taufik Jamaan, SpOG.
RSIA Bunda Jakarta